Kelainan Sistem Reproduksi pada Wanita
Gangguan Kelainan
Pada Sistem Reproduksi Pria Wanita- Sistem reproduksi manusia dapat mengalami
gangguan, baik disebabkan oleh kelainan maupun penyakit. Kelainan Pada Sistem
Reproduksi dapat terjadi baik pada wanita maupun pria. Gangguan pada sistem
reproduksi wanita dapat berupa gangguan menstruasi, kanker genitalia,
endometriosis, dan infeksi vagina.
a. Kelainan Pada
Sistem Reproduksi Wanita menstruasi
Gangguan menstruasi
terdiri atas amenore primer dan amenore sekunder. Amenore primer adalah tidak
terjadinya manarkhe (menstruasi) sampai usia 17 tahun dengan atau tanpa
perkembangan seksual sekunder. Amenore sekunder adalah tidak terjadinya
menstruasi selama 3 – 6 bulan atau lebih pada orang yang telah mengalami siklus
menstruasi.
b. Endometriosis
Endometriosis
adalah keadaan di mana jaringan endometrium terdapat di luar rahim, yaitu dapat
tumbuh di sekitar ovarium, oviduk, atau jalur di luar rahim. Gejalanya berupa
nyeri perut, pinggang terasa sakit, dan nyeri pada saat menstruasi. Jika tidak
ditangani akan menyebabkan sulit terjadinya kehamilan. Penanganannya dengan
pemberian obat-obatan, laparoskopi, atau bedah laser.
ENDOMETRIOSIS
Endometriosis adalah radang yang terkait dengan hormon estradiol/estrogen berupa pertumbuhan jaringan endometrium yang disertai perambatan pembuluh darah, hingga menonjol keluar dari rahim (pertumbuhan ectopic) dan
menyebabkan pelvic pain. Endometriosis dikatakan terkait dengan estrogen
sebab perkembangan dan simtoma yang ditimbulkan akan hilang
seiring datangnya menopause, oleh karena itu perawatan
paling umum bagi penderita radang ini adalah penggunaan terapi hormonal yang
menginduksi kondisi hipoestrogenik. Estrogen merupakan kelompok hormon steroid yang disekresi ovarium setelah distimulasi oleh FSH dan/atau LH yang disekresi oleh kelenjar hipofisis. Lebih lanjut sekresi FSH dan LH
dihambat oleh hormon GnRH yang disekresi oleh hipotalamus. Setelah kista endometriosis telah terbentuk
sepenuhnya, muncul simtoma hiperalgesia vaginal yang disertai dengan
hiperalgesia otot perut. Jaringan di sekitar kista akan mensekresi berbagai sitokina antara lain IL-1, IL-6, IL-8, dan IL-10, TNF-α, faktor pertumbuhan seperti VEGF
dan NGF.Biasanya endometriosis terbatas pada lapisan
rongga perut atau permukaan organ perut. Endometrium yang salah tempat ini
biasanya melekat pada ovarium (indung telur) dan ligamen penyokong rahim. Endometrium juga bisa melekat
pada lapisan luar usus halus dan usus besar, ureter (saluran yang menghubungan ginjal dengan kandung kemih), kandung kemih, vagina, jaringan parut di dalam perut atau lapisan
rongga dada. Kadang jaringan endometrium tumbuh di dalam paru-paru.
Endometriosis bisa diturunkan dan
lebih sering ditemukan pada keturunan pertama (ibu, anak perempuan, saudara
perempuan). Faktor lain yang meningkatkan risiko terjadinya endometriosis
adalah memiliki rahim yang abnormal, melahirkan pertama kali pada usia di atas
30 tahun dan kulit putih.
Endometriosis diperkirakan terjadi pada 10-15% wanita subur yang berusia 25-44 tahun, 25-50% wanita mandul dan bisa juga terjadi pada usia remaja. Endometriosis yang berat bisa menyebabkan kemandulan karena menghalangi jalannya sel telur dari ovarium ke rahim.
Endometriosis adalah radang yang terkait dengan hormon estradiol/estrogen berupa pertumbuhan jaringan endometrium yang disertai perambatan pembuluh darah, hingga menonjol keluar dari rahim (pertumbuhan ectopic) dan
menyebabkan pelvic pain. Endometriosis dikatakan terkait dengan estrogen
sebab perkembangan dan simtoma yang ditimbulkan akan hilang
seiring datangnya menopause, oleh karena itu perawatan
paling umum bagi penderita radang ini adalah penggunaan terapi hormonal yang
menginduksi kondisi hipoestrogenik. Estrogen merupakan kelompok hormon steroid yang disekresi ovarium setelah distimulasi oleh FSH dan/atau LH yang disekresi oleh kelenjar hipofisis. Lebih lanjut sekresi FSH dan LH
dihambat oleh hormon GnRH yang disekresi oleh hipotalamus. Setelah kista endometriosis telah terbentuk
sepenuhnya, muncul simtoma hiperalgesia vaginal yang disertai dengan
hiperalgesia otot perut. Jaringan di sekitar kista akan mensekresi berbagai sitokina antara lain IL-1, IL-6, IL-8, dan IL-10, TNF-α, faktor pertumbuhan seperti VEGF
dan NGF.Biasanya endometriosis terbatas pada lapisan
rongga perut atau permukaan organ perut. Endometrium yang salah tempat ini
biasanya melekat pada ovarium (indung telur) dan ligamen penyokong rahim. Endometrium juga bisa melekat
pada lapisan luar usus halus dan usus besar, ureter (saluran yang menghubungan ginjal dengan kandung kemih), kandung kemih, vagina, jaringan parut di dalam perut atau lapisan
rongga dada. Kadang jaringan endometrium tumbuh di dalam paru-paru.
Endometriosis bisa diturunkan dan
lebih sering ditemukan pada keturunan pertama (ibu, anak perempuan, saudara
perempuan). Faktor lain yang meningkatkan risiko terjadinya endometriosis
adalah memiliki rahim yang abnormal, melahirkan pertama kali pada usia di atas
30 tahun dan kulit putih.Endometriosis diperkirakan terjadi pada 10-15% wanita subur yang berusia 25-44 tahun, 25-50% wanita mandul dan bisa juga terjadi pada usia remaja. Endometriosis yang berat bisa menyebabkan kemandulan karena menghalangi jalannya sel telur dari ovarium ke rahim.
Gejala
3. Kemandulan
Jaringan endometrium yang melekat pada usus besar
atau kandung kemih bisa menyebabkan pembengkakan perut, nyeri ketika buang air besar,
perdarahan melalui rektum selama menstruasi atau nyeri perut bagian bawah
ketika berkemih.
Jaringan endometrium yang melekat pada ovarium atau struktur di sekitar ovarium bisa membentuk massa yang terisi darah (endometrioma). Kadang endometrioma pecah dan menyebabkan nyeri perut tajam yang timbul secara tiba-tiba.
Kadang tidak ditemukan gejala sama sekali.
Jaringan endometrium yang melekat pada ovarium atau struktur di sekitar ovarium bisa membentuk massa yang terisi darah (endometrioma). Kadang endometrioma pecah dan menyebabkan nyeri perut tajam yang timbul secara tiba-tiba.
Kadang tidak ditemukan gejala sama sekali.
c. Kangker vagina
Vagina adalah saluran
sepanjang 7,5-10 cm; ujung atasnya berhubungan dengan serviks (leher rahim atau
bagian terendah dari rahim), sedangkan ujung bawahnya berhubungan dengan vulva.
Tumor vagina adalah pertumbuhan jaringan yang abnormal pada vagina, organ
reproduksi wanita. Sebagian besar kanker dalam vagina adalah akibat penyebaran
kanker, seperti kanker leher rahim atau kanker endometrium ke dalam vagina.

Ada beberapa
jenis kanker vagina:
1. Karsinoma sel skuamosa
Berasal dari lapisan epitelium vagina. Lebih banyak
ditemukan di vagina bagian atas.
Karsinoma skuamosa biasanya ditemukan pada wanita berusia 60-80 tahun.
Karsinoma verukosa adalah sejenis karsinoma sel skuamosa yang tumbuhnya lambat.
Karsinoma ini tumbuh ke arah rongga vagina dan tampak seperti kutil atau bunga
kol.
2. Adenokarsinoma
Adenokarsinoma paling sering terjadi pada wanita
berusia 12-30 tahun.
3. Melanoma maligna
Berasal dari sel-sel penghasil pigmen, lebih banyak
ditemukan di vagina bagian bawah.
4. Sarkoma
Kanker ini tumbuh jauh di dalam dinding vagina,
bukan pada epitelium.
Ada beberapa jenis sarkoma, yang paling sering ditemukan adalah
leiomiosarkoma, yang menyerang wanita berusia 50 tahun ke atas.
Rabdomiosarkoma adalah kanker pada masa kanak-kanak, biasanya terjadi
sebelum usia 3 tahun. Sel-selnya mirip dengan sel otot volunter, yang merupakan
suatu jaringan yang dalam keadaan normal tidak ditemukan pada dinding vagina.
Karsinoma sel skuamosa tidak tumbuh secara tiba-tiba, kanker ini berkembang
selama bertahun-tahun dari suatu perubahan prekanker pada vagina yang disebut
neoplasi intraepitel vagina (NIVA).
Gejala
Gejala tumor ini meliputi; pendarahan vagina tan
diikuti rasa sakit, pendarahan setelah hubungan seksual, dan panggul atau
vagina sakit.
Pengobatan
Pengobatan kanker vagina tergantung pada tahapan
penyakit, jenis kanker, daerah vagia yang terserang, usia, dan kesehatan
pasien. Biasanya pengobatan dilakukan dengan radiasi
d. Penyempitan
Saluran Telur/Oviduk
Kelainan Pada
Sistem Reproduksi ini merupakan faktor bawaan, tetapi adapula yang disebabkan
karena infeksi kuman tertentu. Saluran oviduk yang sempit akan membuat sperma
sulit untuk menjangkau bagian dalam saluran tersebut, sehingga menyebabkan
pembuahan sulit terjadi.
e.
Kemandulan/infertilitas
Dalam keadaan
normal, seorang laki-laki yang mengalami ejakulasi mengeluarkan cairan semen
atau mani sebanyak 4 mililiter setiap kalinya. Dalam 4 ml mani tersebut
terkandung 120 juta ekor sperma. Jumlah ini memiliki peluang
untuk dapat membuahi sel telur. Apabila kandungan sperma di bawah angka 120
juta dalam setiap ejakulasi, sudah termasuk tidak subur atau kategori mandul.
Bagi wanita, kesuburan ditandai dengan matangnya satu buah sel telur sekali
dalam sebulan. Jika dalam perjalanan hidupnya tidak setiap bulan sel telur yang
siap dibuahi, wanita tersebut dikategorikan kurang subur atau mandul
.
f. Kanker Cerviks
(Mulut Rahim)
Gangguan ini
dialami oleh wanita. Kanker leher rahim adalah kanker yang menyerang leher
rahim perempuan melalui tahap-tahap pra-kanker (displasia ringan), displasia
berat, kanker yang belum menyebar dan kanker yang akan menyebar. Pada stadium
lanjut, kanker ini memiliki gejala pendarahan setelah senggama, pendarahan
setelah menopouse dan keputihan atau keluar cairan kekuningkuningan, berbau dan
bercampur dengan darah.


g. Kanker Payudara
Kelainan Pada Sistem Reproduksi ini juga rentan
menyerang wanita. Seorang wanita yang tidak pernah menyusui besar kemungkinan
dapat menderita penyakit ini.

Jenis Klasifikasi
kanker payudara terdiri dari 2 macam yaitu klasifikasi patologik dan klinik.
1) Klasifikasi
patologik terdiri dari:
Kanker puting
payudara atau pagets disease Pagets disease adalah bentuk kanker dalam taraf
permulaan manifestasinya sebagai eksema menahun putting susu yang biasanya
merah dan menebal. Suatu tumor sub areoler bisa teraba. Sedang pada umumnya
kanker payudara yang berinfiltrasi ke kulit mempunyai prognosis yang buruk,
lain halnya dengan pagets disease ini prognosisnya lebih baik. Sebenarnya
penyakit ini adalah suatu kanker intra duktal yang tumbuh di bagian terminal
dari duktus laktiferus secara patologik ciri-cirinya ialah: sel-sel pagets
(seperti pasir) hypertrofi sel epidermoid, infiltrsi sel-sel bundar dibawah
epidermis. - Kanker duktus laktiferus:papillary, comedo, adenocarsinoma dengan
banyak fibrosis (scirrhus), medullary carsinoma dengan infiltrasi kelenjar,
semuanya infiltrating. Non infiltrating papillari karsinoma bisa terbentuk
dalam setiap dukutus laktiferus dari yang terbesar sampai yang sekecil-kecilnya.
Kadang-kadang sulit sekali dibedakandari papilloma. Comedo karsinoma terdiri
dari sel-sel kanker non papillary dan intra ductal, sering dengn nekrosis
sentral, sehingga pada permukaan potongan terlihat seperti isi kelenjar. Jarang
sekali comedo karsinoma pada saluran saja, biasanya mengadakan infiltrasi ke
sekitarnya, menjadi infiltrating comedo carsinoma.
Adenokarsinoma dengan infiltrasi dan fibrosis. Ini adalah kanker payudara yang lazim ditemukan. 75 % dari kanker payudara adalah tipe ini oleh karena banyak fibrosis, umumnya agak besar dan keras. Juga disebut kanker tipe scirrbus : tumor mengadakan infiltrasi kekulit dan kedasar. - Kanker dari lobulus: infiltrating dan non-infiltrating Ini yang timbul sering sebagai carcinoma insitu dengan lobulus yang membesar. Secara miskroskopis kelihatan lobulus atau kumpulan lobulus dengan berisi kelompok sel-sel asinus dengan beberapa mitosis. Kalau mengadakan infiltrasi, hampir tidak bisa dibedakan dari tipe scirrhus. Sepatah kata tentang karsinomatosa, suatu penyakit yang sangat ganas dan sangat cepat jalannya. Penyakit ini dapat timbul pada waktu menyusui, akan tetapi juga diluar waktu tersebut. Dapat kita ketahui bahwa oprasi dapat mengakibatkan penyebaran yang sangat cepat dan kematian. Pendapat umum ialah mastitis karsinomatosa dibiopsi dan diradiasi saja dengan atau tanpa hormon.
Adenokarsinoma dengan infiltrasi dan fibrosis. Ini adalah kanker payudara yang lazim ditemukan. 75 % dari kanker payudara adalah tipe ini oleh karena banyak fibrosis, umumnya agak besar dan keras. Juga disebut kanker tipe scirrbus : tumor mengadakan infiltrasi kekulit dan kedasar. - Kanker dari lobulus: infiltrating dan non-infiltrating Ini yang timbul sering sebagai carcinoma insitu dengan lobulus yang membesar. Secara miskroskopis kelihatan lobulus atau kumpulan lobulus dengan berisi kelompok sel-sel asinus dengan beberapa mitosis. Kalau mengadakan infiltrasi, hampir tidak bisa dibedakan dari tipe scirrhus. Sepatah kata tentang karsinomatosa, suatu penyakit yang sangat ganas dan sangat cepat jalannya. Penyakit ini dapat timbul pada waktu menyusui, akan tetapi juga diluar waktu tersebut. Dapat kita ketahui bahwa oprasi dapat mengakibatkan penyebaran yang sangat cepat dan kematian. Pendapat umum ialah mastitis karsinomatosa dibiopsi dan diradiasi saja dengan atau tanpa hormon.
2) Klasifikasi
klinik kanker payudara
Disamping
klasifikasi patologis, juga mempunyai klasifikasi klinik. Sebelum 1968, diklinik
bedah sering dipakai klasifikasi steinthal. Steinthal
1 : kanker payudara sampai 2cm besarnya dan tidak mempunyai anak sebar. Steinthal
2 : kanker payudara 2cm atau lebih dengan mempunyai anak sebar dikelenjar ketiak. Steinthal
3 : kanker payudara 2cm atau lebih dengan anak sebar, dikelenjar ketiak, infra dan supra klafikula; atau infiltrasi vasia pektoralis atau kekulit; atau kanker yang apert (memecah kekulit). Steinthal
1 : kanker payudara sampai 2cm besarnya dan tidak mempunyai anak sebar. Steinthal
2 : kanker payudara 2cm atau lebih dengan mempunyai anak sebar dikelenjar ketiak. Steinthal
3 : kanker payudara 2cm atau lebih dengan anak sebar, dikelenjar ketiak, infra dan supra klafikula; atau infiltrasi vasia pektoralis atau kekulit; atau kanker yang apert (memecah kekulit). Steinthal
4 : kanker payudara dengan metastasis jauh,
misalnya ketengkorak, atau tulang punggun, atau paru-paru, atau hati dan
panggul.
h. Kanker Ovarium
Kanker ovarium
adalah kanker yang menyerang indung telur kiri atau kanan, atau kedua-duanya.
Kanker indung telur biasanya menyerang perempuan yang sudah menopouse (berumur
50 tahun ke atas). Merupakan kanker bagian kandungan yang paling
sering terjadi, yang diduga disebabkan karena meningkatnya tingkat kemakmuran
pada wanita sehingga mereka enggan untuk melahirkan anak
Faktor Resiko:
1. Riwayat Keluarga
2. Riwayat Reproduksi : Mentruasi
dini, tidak pernah melahirkan, memiliki anak diatas usia 30 tahun dan menopause
dibawah umur 50 tahun.
Gejala Kanker
Ovarium:
1. TIDAK ADA !
2. Perut terasa penuh, tidak
nyaman dan perut menegang.
3. Susah BAB (buang air besar),
kehilangan napsu makan / penurunan berat badan
4. Kaki membengkak
Penanganan
Kanker Ovarium (tergantung pada stadium), antara lain:
1. Operasi
(stadium awal)
2. Kemoterapi
(tambahan terapi pada stadium awal)
3. Radiasi
(tambahan terapi untuk stadium lanjut)
Kanker ovarium tidak akan menunjukkan gejala hingga penyakit sudah
berkembang lanjut, gejala yang ada sangat umum dan tidak spesifik.
Resiko Kanker Ovarium dapat dicegah dengan : Mengandung, Menyusui dan
Mengangkat Ovarium/Indung telur (terutama pada wanita yang beresiko tinggi pada
riwayat keluarga)
i. Hamil Anggur
(Mola Hidalidosa)
Hamil anggur
merupakan suatu kehamilan yang tidak berisi janin, tetapi berisi
gelembung-gelembung mola dan bekuan darah. Hamil anggur dapat menyebabkan
kesakitan atau kematian karena pendarahan, tembusnya dinding rahim oleh proses
mola dan infeksi.
j. Condiloma
Accuminata
Penyak it condiloma
accuminata disebabkan oleh virus Human papilloma. Penyakit ini ditandai dengan
timbulnya kutil yang dapat membesar dan akhirnya dapat menimbulkan kanker mulut
rahim.
k. gonorhoe
Gonore
adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria
gonorhoeae yang menginfeksi lapisan dalam saluran kandung kemih, leher rahim,
rektum, tenggorokan, serta bagian putih mata. Penyakit gonore ini dapat
mneyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya terutama pada kulit dan
persendian. Bila penyakit gonore ini menyerang wanita, maka wanita
tersebut bisa merasakan nyeri panggul serta gangguan reproduksi. Penyakit
gonore ini tidak hanya menyerang pria dan wanita dewasa. Namun bayi yang baru
lahir sekalipun bisa terinfeksi gonore dari ibunya bila selama proses kelahiran
terjadi pembengkakan pada kedua kelopak matanya dan mengeluarkan nanah. Bila
tidak segera ditangani dan diobati, bisa menyebabkan kebutaan pada bayinya.

l. kista
Kista merupakan salah satu gangguan kesehatan pada wanita
yang datang tanpa disadari. Padahal setiap diri wanita mempunyai potensi untuk
mempunyai kista. Kista merupakan tumor jinak di organ reproduksi perempuan yang
paling sering ditemui. Umumnya bentuknya kistik, berisi cairan kental, dan ada
pula yang berbentuk anggur. Kista juga ada yang berisi udara, cairan, nanah,
ataupun bahan-bahan lainnya.
Sebagian besar
kista tumbuh di ovarium atau indung telur. Karena itulah kista identik dengan
nama kista ovarium, walaupun sebenarnya juga dapat tumbuh di vagina dan di
daerah vulva (bagian luar alat kelamin perempuan
GEJALA KISTA
Sebagian besar kista datang tanpa gejala.Seringkali
diketahui secara kebetulan saat pemeriksaan dokter.Namun, pada beberapa orang
dapat mengalami gejala kista seperti dibawah ini Kram perut bawah atau nyeri
panggul yang timbul tenggelam dan tiba-tiba menusuk Siklus haid tidak teratur
Perut bawah sering terasa penuh atau tertekan Nyeri haid yang luar biasa,
bahkan terasa hingga ke pinggang belakang Nyeri panggul setelah olahraga
intensif atau senggama Sakit atau tekanan yang menyertai saat berkemih atau BAB
Mual dan muntah Rasa nyeri atau keluarnya flek darah dari vagina
Mual dan muntah Rasa nyeri atau keluarnya flek darah dari vagina
.
m.sifilis
Sifilis Pada Wanita
dapat terjadi karena tertular dari pasangan seksualnya. Penyakit menular
seksual sifilis ini disebabkan oleh bakteri treponema pallidum. Jika tidak
ditangani sejak dini penyakit sifilis bisa bertambah parah dan lebih sulit
untuk disembuhkan.

Banyak dari para
penderita sifilis terutama sifilis pada wanita, tidak menyadari jika mereka
terkena sifilis dan karena itu mereka tidak mendapat pengobatan yang baik.
Infeksi terutama didapat apabila ada kontak langsung dengan luka terbuka
sifilis yang sedang aktif.
Sifilis pada wanita
dapat memperbesar potensi untuk tertular penyakit HIV AIDS. Luka yang terbuka
akibat penyakit menular seksual sifilis membuat penyebaran virus HIV AIDS
sangat cepat melalui kontak seksual. Sifilis pada wanita hamil juga dapat
menyebabkan anak yang dikandungnya cacat.
Penyakit Sifilis
merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum.
Penyakit ini bisa menular melalui hubungan seksual, baik vaginal, rektum, anal,
maupun oral. Sifilis tidak menular melalui peralatan makan, tempat dudukan
toilet, knop pintu, kolam renang, dan tukar-menukar pakaian.
Gejala Penyakit
Sifilis Pada Wanita
Keluarnya cairan
Yang tidak normal dari saluran kencing dan atau liang senggama (Keputihan Yang
banyak, berbau amis, berwarna putih kehijauan).
1.Rasa nyeri/sakit
pada saat kencing atau saat berhubungan seksual.
2.Rasa gatal di alat
kelamin atau sekitarnya.
3.Lecet, luka kecil
(kadang ada yang tidak terasa sakit) Yang disertai dengan pembengkakan kelenjar
getah bening.
Timbul kelainan kulit di kelamin atau di
sekitarnya berupa kutil, atau menyerupai bunga kol.
Perubahan warna
kulit dan mata.
Pada wanita, penyakit ini tidak menunjukkan
gejala yang jelas atau bahkan tidak menimbulkan keluhan sama sekali, sehingga
wanita mudah menjadi sumber penularan.
KELAINAN SISTEM REPRODUKSI PADA LAKI – LAKI
Gangguan
system reproduksi pada laki – laki terdiri dari
1. Kanker
prostat.
![]() |
Prostat adalah kelenjar yang
terdapat di bawah kandung kemih pria. Fungsi utama prostat adalah memproduksi
cairan yang melindungi dan menyalurkan sperma.
Prostat
seringkali membesar secara bertahap setelah usia 50 tahun. Pada usia 70 tahun,
80% pria memiliki prostat yang membesar. Banyak pria lansia yang mengalami
masalah buang air kecil karena pembesaran prostat (non-kanker). Pada beberapa
pria, pembesaran ini diikuti oleh tumbuhnya kanker.
Kanker prostat terjadi
ketika sel-sel prostat tumbuh lebih cepat daripada kondisi normal sehingga
membentuk benjolan atau tumor yang memiliki keganasan. Kanker ini paling umum
pada pria, terutama mereka yang berusia di atas 65 tahun.
Penyebab
Seperti halnya kanker lain, penyebab kanker prostat tidak
diketahui. Berikut adalah beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker
tersebut:
·
Usia.
Kebanyakan kasus terjadi pada pria usia lanjut.
·
Riwayat keluarga dan faktor keturunan.
·
Suku bangsa.
·
Paparan logam cadmium.
Manifestasi
klinik
Pertumbuhan kanker prostat seringkali sangat lambat, bisa
tidak menimbulkan gejala selama bertahun-tahun. Dengan semakin membesarnya
kanker, keluhan mulai muncul karena desakan pada uretra menimbulkan iritasi
atau menyumbat aliran air seni. Gejala yang timbul antara lain:
·
Air seni tidak lancar. Aliran urin lemah dan butuh waktu lebih lama untuk
menuntaskan kencing.
·
Penundaan.
Anda mungkin harus menunggu beberapa saat di toilet sampai air seni mulai
mengalir.
·
Tetesan.
Sedikit air seni mungkin menetes dan menodai celana dalam Anda tidak lama setelah
Anda selesai kencing di toilet.
·
Frekuensi.
Anda lebih sering kencing daripada biasanya.
·
Urgensi.
Anda merasa sangat ‘kebelet’ kencing tiba-tiba.
·
Kurang tuntas.
Anda merasa kencing Anda tidak betul-betul tuntas.
2.
kanker testis .
kanker testis .
Testis adalah salah satu dari pasangan kelenjar
yang berbentuk telur secara normal terletak didalam skrotum dimana spermatozoa
berkembang.
Termasuk jarang terjadi. Umumnya hanya terjadi
pada rata-rata pria berusia 29-35 tahun yang berasal dari ras kaukasia. Meski
jarang, penyakit ini sangat mematikan.Kanker ini memiliki dua jenis yaitu
seminoma dan nonseminoma. Biasanya hanya menghantam satu testis saja. Gejala
pertama dirasa dari munculnya sel-sel tumor adalah nyeri dan bengkak.
Penyebab kanker testis
·
Masih belum pasti
·
Pria yang memiliki testis tidak berkembang
sempurna beresiko tinggi terkena kanker.
·
Seseorang yang lahir dari ibu yang mengkonsumsi
hormone tambahan selama kehamilan.

3. Epididimis
Epididimitis
merupakan infeksi yang terjadi di area epididimis, yaitu
duktus eksretorik testikel yang berbentuk seperti korda (tali). Epididimistis
merupakan peradangan yang sering mengintai pria yang umumnya terjadi di traktus
reproduksi pria.
Epididimitis umumnya menyerang
pria yang sudah dewasa dan sangat kecil kemungkinannya untuk menyerang anak
laki – laki yang belum memasuki masa pubertas.
Epididimitis bisa
menyebar di area testikel itu sendiri sehingga menyebabkan orkitis.
Epididimitis bilateral bisa menyebabkan timbulnya sterilitas.
4. Gonorhoe
![]() |
![]() |
||
Gonorhoe merupakan infeksi menular seksual di saluran genitourinaria
dibawah yang disebabkan oleh neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan
dalam saluran kandungan kemih, leher rahim, rectum, tenggorokan serta seklera.
Gejala penyakit gonorhoe yaitu
·
Gejala awal
gonore biasanya timbul dalam waktu 2-7 hari setelah terinfeksi. Gejalanya
berawal sebagai rasa tidak enak pada uretra dan beberapa jam kemudian diikuti oleh nyeri ketika
berkemih.
·
Akan keluar nanah dari saluran kencing dan
rasanya sangat panas seperti terbakar.
·
Ujung buah zakar berwarna merah dan membengkak .
·
Merasakan sakit yang luar biasa saat buang air
kecil.
·
Air kencing berwarna kuning kehijauan.
5.
Kriptorkidisme

Kriptorkidisme adalah kegagalan dari
satu atau dua testis untuk turun dari rongga abdomen ke dalam skrotum pada
waktu bayi. Hal tersebut dapat di tangani dengan pemberian hormone human
chorionic gonadotropin untuk merangsang terstoteron. Jika belum turun juga ,
dilakukan pembedahan. Kriptorkidisme adalah kegagalan satu atau dua testis
untuk turun ke skrotum. Kriptorkidisme terdapat sejak lahir dan terjadi pada
bayi premature. Bagi sebagian besar bayi yang lahir dengan keadaan ini, testis
akan turun dalam tahun pertama setelah
kelahiran bayi.
6.
hyperplasia
nodular

Hyperplasia
adalah peningkatan yang abnormal dari sejumlah sel – sel normal dalam susunan
normal pada organ atau jaringan yang meningkatkan volumenya. Hyperplasia paling
sering terjadi dikelenjer periuretra bagian dalam prostat, terutama dari
kelenjar diatas verumontanum. Prostat membesar dengan berat dapat mencapai
lebih dari 300 g pada kasus yang parah.
Gejala
klinis:
· Terjadi
hanya sekitar 10 % laki – laki yang mengidap keadaan ini.
· Karena
hyperplasia nodular terutama mengenai bagian dalam prostat.
· Kesulitan
memulai aliran urine.
· Penyaluran
aliran urine sewaktu berkemih.
7. Infertile
pada pria.

Infertilitas adalah ketidaksuburan atau kemandulan tidak selalu
disebabkan oleh gaya hidup yang buruk. Ada dua kemungkinana kenapa pria
mengalami azzspermia.
1. Kerusakan
pada testis atau buah zakar sebagai “ produksi” sel spermatozoa.
2. Karena
terjadi sumbatan pada saluran keluar sperma, padahal produksinya ada.
Kerusakan
buah zakar, khususnya pada bagian yang memproduksi sel spermatozoa,dapat
terjadi oleh beberapa penyebab, antara lain infeksi penyakit tertentu,
kekurangan atau gangguan keseimbangan hormone, kekurangan gizi berat, dan
gangguan fungsi hati.
Sumbatan
saluran keluaran sperma dapat disebabkan oleh infeksi atau gangguan bawaan.
Pria yang mengalami sumbatan saluran sperma sebenarnya mempunyai sel
spermatozoa. Namun, karena tidak dapat dikeluarkan bersama cairan sperma, pria
itu tidak dapat menghamili. Jadi
sesungguhnya pria itu tidak tergolong mandul.
Kemungkinan
pertama sebagai penyebab azoospermia, yang berarti buah zakar mengalami
kerusakan. Dengan kata lain pria yang mengalami kerusakan buah zakar hingga
tidak dapat lagi memproduksi sel spermatozoa berarti pria ini mandul.
8. Penyakit
sipilis
Penyakit Kelamin Sifilis merupakan penyakit kelamin yang
disebabkan oleh Treponema
Palliddum yang berbahaya
bagi penderita, juga bagi keturunannya penyakit raja singa. Treponema pallidum
pada penyakit sifilis bersifat kronis dan menahun.
Penyebab Penyakit Sifilis
Penyakit Kelamin Sifilis atau yang disebut dengan ‘raja singa’
disebabkan oleh sejenis bakteri yang bernama treponema pallidum. Bakteri
penyakit sifilis yang berasal dari famili spirochaetaceae ini, memiliki ukuran
yang sangat kecil dan dapat hidup hampir di seluruh bagian tubuh. Bakteri penyakit
sifilis ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir misalnya di
vagina atau mulut atau juga melalui kulit. Spirochaeta penyebab penyakit
sifilis dapat ditularkan dari satu orang ke orang yang lain melalui hubungan
genito-genital (kelamin-kelamin) maupun oro-genital (seks oral). Biasanya,
penyakit sifilis banyak menyerang laki-laki di bandingkan perempuan.
Gejala Penyakit Kelamin Sifilis
·
Biasanya
mulai timbul dalam waktu 1-13 minggu setelah terinfeksi. Infeksi penyakit
sifilis bisa menetap selama bertahun-tahun dan jarang menyebabkan kerusakan
jantung, kerusakan otak maupun kematian.
·
Merasa
tidak enak badan (malaise), kehilangan nafsu makan, mual, lelah, demam dan
anemia.
·
Pada
stadium pertama penyakit sifilis. Seorang pria akan menemukan ulkus yang berupa
benjolan keras di sekitar venis. Syanker ini bisa juga tumbuh di bibir dalam
mulut, atau disekitar rektum. Jika gejala ini tidak segera diatasi, maka orang
yang mengidap penyakit sifilis akan memasuki gejala-gejala stadium ke dua.
Gejala umum penyakit sifilis seperti berak di sekujur tubuh yang timbul
beberapa minggu. Ada kemungkinan gejala-gejala lainpun muncul. Seperti, bintik
di dalam mulut serupa sariawan, atau bercak di tangan dan kaki. Jika hal
tersebut juga tidak diobati, ini dapat merusak sel otak atau melumpuhkan tulang
sum-sum atau merusak jantung, serta pembuluh darah. Dengan kata lain bisa
membuat penderita penyakit sifilis menjadi gila dan melumpuhkan badan.
·
Stadium
kedua penyakit sifilis muncul sekitar 1-6 bulan (rata-rata sekitar 6-8 minggu)
setelah infeksi pertama, ada beberapa manifestasi yang berbeda pada stadium
kedua ini. Suatu ruam kemerahan bisa saja timbul tanpa disertai rasa gatal di
bagian-bagian tertentu,seperti telapak tangan dan kaki, atau area lembab, seperti
skrotum dan bibir vagina.
·
Stadium
laten penyakit sifilis adalah stadium di mana jika diperiksa dengan tes
laboratorium, hasilnya positif, tetapi gejala dan tanda penyakit sifilis bisa
ada ataupun tidak. Stadium laten penyakit sifilis ini juga dibagi sebagai
stadium awal dan akhir laten. Dinyatakan sebagai penyakit sifilis laten awal
ketika penyakit sifilis sudah berada di dalam badan selama dua tahun atau
kurang dari infeksi pertama dengan atau tanpa gejala.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar